Kenapa sih orang-orang baru pada tegang, serius, giat setelah suatu pekerjaan mendekati hari-H. Deadline!!! momok yang paling menakutkan ketika orang-orang terus dikejar-kejarnya. Di kejar deadline tugas, kerjaan, makalah, artikel, hingga deadline pembayaran kredit sekalipun.
Etos kerja rata-rata orang Indonesia memang begitu. Terlihat santai ketika belum terjadi penekanan. Baru sibuk, takut, yang ujung-ujungnya menjadi giat ketika terjadi pressure untuk segera menyelesaikan hal yang ditugaskan kepadanya.
Hal itu pulalah yang terjadi padaku....pusiiiingggg.....
Thursday, January 18, 2007
Wednesday, January 17, 2007
Angkat Kaki..
Tegang banget kemaren nonton timnas kita maen. Singapura Vs Indonesia. Ajang Piala AFF yang dulunya bernama Piala Tiger. Partai terakhir. Partai penentuan hidup-mati bagi kedua tim. Indonesia kalah ato seri berarti segera angkat koper meninggalkan turnamen. Kali pertama semenjak tahun 1996 ga lolos melaju ke semifinal. Tragis memang....ironis memang....mengingat keikutsertaan Indonesia di dua kali ajang yang sama sebelumnya selalu masuk ke final. Selalu bertemu Singapura dan selalu dipermalukan....dan ternyata....untuk yang ketigakalinya....lagi-lagi Indonesia dipermalukan Singapura. Hancur sudah..sirna sudah harapan kita..harapan sebagian besar warga Indonesia yang mayoritas adalah pecandu bola. penggila bola. Ihik..ihik..
Sialan....kampret....anjrit....semua segala caci maki tertumpahkan....
Kapan tim kita bisa berprestasi lagi....
Kapan merah-putih dapat berkibar lagi....
Disegani oleh tim-tim dari negara lain....
Kapan timnas sepakbola kita dapat berbicara jika di tingkat selevel Asia Tenggara aja masih keteteran....
Dan kapan kita sebagai warga Indonesia yang dengan bangganya melihat Timnas kita maen di Piala Dunia....
Jadikan sesuatu yang mustahil....mimpi yang imposible ini bisa menjadi kenyataan....
I HOPE !!!!
Sialan....kampret....anjrit....semua segala caci maki tertumpahkan....
Kapan tim kita bisa berprestasi lagi....
Kapan merah-putih dapat berkibar lagi....
Disegani oleh tim-tim dari negara lain....
Kapan timnas sepakbola kita dapat berbicara jika di tingkat selevel Asia Tenggara aja masih keteteran....
Dan kapan kita sebagai warga Indonesia yang dengan bangganya melihat Timnas kita maen di Piala Dunia....
Jadikan sesuatu yang mustahil....mimpi yang imposible ini bisa menjadi kenyataan....
I HOPE !!!!
4f
Pintu terketuk, tergugah untuk membuka
Ketika hati masih terluka
Lihatlah dia wahai tuanku
Permaisuri indah pesona merekah
Pandangan pertama tak tertolak
Sekail umpan coba ku lempar
Berharap datang cahya mengajak
Melabuh akhir tempat berpijak
Insan nurani terus mendorong
Mengajak tuk mendapat
Hati mana yang tak menolak
Pancaran indah kasih sayangnya
Mata selalu terkalahkan
Tunduk, patuh, berdiam seakan menikmati keajaiban
Menatap tajam sang dewi pujaan
Melintas tak terangan
Oiya..ku mo crita. Kemaren malem. Ga tau kenapa kok tiba-tiba bisa mimpi aneh. Aku mimpi seakan-akan ada kereta api yang mengejarku. Mau menabrak aku. Pagi harinya seperti biasa..aku baca-baca koran. Alangkah kagetnya ternyata di-Headline, halaman utama koran Jawa Pos terpampang kalo baru aja terjadi kecelakaan kereta api jurusan Solo-Jakarta. bener ya?! Tapi setelah ku pikir-pikir, ku sadari bahwa kejadian kecelakaan itu kan sebelum aku bermimpi. Jadi intinya emang aku yang dodol n o'on. Ga gaul, ga liat brita di televisi. Ketinggalan brita. Ndeso...ndeso...
Sebuah Perawalan
Permulaan dari sebuah catatan.. Catatan dari orang yang tidak terlalu penting.. Catatan dari seseorang yang dianggap tidak penting dan.. Catatan dari seseorang yang tidak ingin jadi orang penting..
Malam ini...di tengah kesunyian yang sedang melingkupiku..
Ada banyak sesuatu yang sedang ku pikirkan. Ada banyak sesuatu yang sedang ku angankan. Sesuatu yang tak pernah tersampaikan.
Baru saja tadi ku menyendiri di malam yang dihiasi hujan rintik-rintik. Indah. Tenang. Nyaman. Meskipun perasaan sedang bergejolak.
Aku berpikir...ketika tadi melihat televisi yang intinya menjelaskan kalo umur manusia itu ada 2 macam. Pertama....umur yang real. Nyata. Yang tertera dalam Kartu Tanda Penduduk kita. Berapa sih umur kita. Umurku?! 24 tahun lebih! tapi apa yang dapat aku sumbangsihkan dari umurku yang hampir seperempat abad itu buat kebaikan, buat kemanfaatan, buat kebahagiaan orang lain mungkin.... Aku merasa belum memberikan kontribusi apa-apa buat orang lain, keluarga, kerabat, sahabat, masyarakat, buat orang-orang yang aku sayang! Untuk itulah kita harus bisa memandang umur kita, umurku dari option yang Kedua. Umur yang semu, maya, kiasan. Maksudnya berapa jam dalam sehari kita bisa memikirkan orang lain. Berapa hari dalam sebulan kita dapat membuat kebahagiaan buat masyarakat. Berapa bulan dalam setahun kontribusi kita bisa memberikan dampak positif bagi khalayak. Akumulasinya berapa tahun dalam sepanjang hayat kita, pemikiran-pemikiran kita, tulisan-tulisan kita, uluran tangan kita, pengorbanan jiwa dan raga kita....kita relakan....kita korbankan....kita aplikasikan untuk kehidupan di sekitar kita. Aku merasa belum memberikan itu. Hidupku yang berjalan 24 tahun ini terasa sia-sia. Aku merasa belum memiliki bekal apa-apa untuk alam keabadianku nanti.
Ya Allah....sadarkanlah aku untuk selalu mensyukuri karuniamu....sadarkanlah aku bahwa tubuhku yang hidup ini ternyata akan jadi mati ketika Engkau mencabut nyawaku....sadarkanlah aku untuk selalu "melihat kebawah"....manfaatkanlah diriku ini....
Pangeran Diponegoro....umurnya berapa ya?! tapi semangat berkorbannya....jiwa kepahlawanannya....dampak perjuangannya....dapat kita rasa sampai pada detik ini.
Imam Ghozali....umurnya juga berapa ya?! tapi pemikiran-pemikirannya, goresan-goresan tangannya, melekat erat mengalir hingga mungkin hari akhir kelak.
So, mulai sekarang mulailah berpikir, bertindak, beramal untuk sesuatu yang Aku sayangi, berbuat kemanfaatan untuk Aku sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.
Inilah sebuah perawalan yang mungkin terlambat tapiiiiii....tidak ada kata buat terlambat selama kita tetap gigih, tetap semangat, tetap berjuang untuk meraihnya.
>>>> Catatan dari orang yang ga jelas, ga penting untuk bisa memotifasi dirinya supaya menjadi salah satu bagian yang terpenting! halah...mbuh lah.. <<<<
SELAMAT DATANG DI BLOG-na SESEORANG YANG CINTA GILA AMA FIORENTINA+embel-embelnya..
Matur Nuwun
Malam ini...di tengah kesunyian yang sedang melingkupiku..
Ada banyak sesuatu yang sedang ku pikirkan. Ada banyak sesuatu yang sedang ku angankan. Sesuatu yang tak pernah tersampaikan.
Baru saja tadi ku menyendiri di malam yang dihiasi hujan rintik-rintik. Indah. Tenang. Nyaman. Meskipun perasaan sedang bergejolak.
Aku berpikir...ketika tadi melihat televisi yang intinya menjelaskan kalo umur manusia itu ada 2 macam. Pertama....umur yang real. Nyata. Yang tertera dalam Kartu Tanda Penduduk kita. Berapa sih umur kita. Umurku?! 24 tahun lebih! tapi apa yang dapat aku sumbangsihkan dari umurku yang hampir seperempat abad itu buat kebaikan, buat kemanfaatan, buat kebahagiaan orang lain mungkin.... Aku merasa belum memberikan kontribusi apa-apa buat orang lain, keluarga, kerabat, sahabat, masyarakat, buat orang-orang yang aku sayang! Untuk itulah kita harus bisa memandang umur kita, umurku dari option yang Kedua. Umur yang semu, maya, kiasan. Maksudnya berapa jam dalam sehari kita bisa memikirkan orang lain. Berapa hari dalam sebulan kita dapat membuat kebahagiaan buat masyarakat. Berapa bulan dalam setahun kontribusi kita bisa memberikan dampak positif bagi khalayak. Akumulasinya berapa tahun dalam sepanjang hayat kita, pemikiran-pemikiran kita, tulisan-tulisan kita, uluran tangan kita, pengorbanan jiwa dan raga kita....kita relakan....kita korbankan....kita aplikasikan untuk kehidupan di sekitar kita. Aku merasa belum memberikan itu. Hidupku yang berjalan 24 tahun ini terasa sia-sia. Aku merasa belum memiliki bekal apa-apa untuk alam keabadianku nanti.
Ya Allah....sadarkanlah aku untuk selalu mensyukuri karuniamu....sadarkanlah aku bahwa tubuhku yang hidup ini ternyata akan jadi mati ketika Engkau mencabut nyawaku....sadarkanlah aku untuk selalu "melihat kebawah"....manfaatkanlah diriku ini....
Pangeran Diponegoro....umurnya berapa ya?! tapi semangat berkorbannya....jiwa kepahlawanannya....dampak perjuangannya....dapat kita rasa sampai pada detik ini.
Imam Ghozali....umurnya juga berapa ya?! tapi pemikiran-pemikirannya, goresan-goresan tangannya, melekat erat mengalir hingga mungkin hari akhir kelak.
So, mulai sekarang mulailah berpikir, bertindak, beramal untuk sesuatu yang Aku sayangi, berbuat kemanfaatan untuk Aku sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.
Inilah sebuah perawalan yang mungkin terlambat tapiiiiii....tidak ada kata buat terlambat selama kita tetap gigih, tetap semangat, tetap berjuang untuk meraihnya.
>>>> Catatan dari orang yang ga jelas, ga penting untuk bisa memotifasi dirinya supaya menjadi salah satu bagian yang terpenting! halah...mbuh lah.. <<<<
SELAMAT DATANG DI BLOG-na SESEORANG YANG CINTA GILA AMA FIORENTINA+embel-embelnya..
Matur Nuwun
Subscribe to:
Posts (Atom)
